Kanojo wo deresareru houhou wo, Shorau kekkon suru oredake ga shitteiru V1 Interlude IV

N-Chan
0

Interlude IV

Penyesalan Sang Putri Mawar Putih


(POV Yuki)

 

"Akhirnya..."

 

Sesampainya di rumah, aku langsung menjatuhkan diri ke tempat tidur.

 

Aku menempelkan wajahku ke bantal dan menghela napas panjang.


Aku punya kebiasaan buruk, yaitu bertindak gegabah saat terpancing emosi.

 

Karena itu, aku jadi harus pergi main dengannya.

 

Ini salah kakakku. Dia selalu mengejek dan memperlakukanku seperti anak kecil.

 

Aku tidak masalah dengan pergi main. Aku juga lebih suka main daripada belajar.

 

Tapi, aku tidak punya waktu untuk itu. Aku tidak akan bisa mengalahkan kakakku kalau aku main-main.

 

"Kenapa aku tidak bisa mengalahkan kakakku..."

 

Aku bergumam sambil berguling dan menatap langit-langit.

 

Meskipun aku sudah berusaha keras, aku tidak bisa mengalahkan kakakku yang suka main-main. Kata kakakku, aku ini kikuk.

 

Aku tahu aku kurang berbakat. Tapi, aku tidak mau kalah.

 

Aku melirik lencana Shichibo perak yang terpasang di seragam yang tergantung di dinding. Pertama-tama, aku harus mengubahnya menjadi emas.

Aku akan menjadi yang terbaik di ujian tengah semester.

 

Untuk itu, aku harus mengalahkan orang itu. Aku melompat dari tempat tidur, duduk di meja, dan membuka buku referensi.

 

Ngomong-ngomong...

 

Ada satu hal yang mengejutkanku hari ini.

 

Orang itu tidak terkejut sama sekali saat melihat sifat asli kakakku.


Semua orang terkejut karena kakakku selalu bersikap baik di sekolah. Tapi, dia seperti sudah tahu sifat asli kakakku.

 

".................."

 

Alasan aku tidak suka orang itu.

 

Karena dia punya banyak kesamaan dengan kakakku.

 

Suka bercanda.

Suka menggodaku.

Bisa melakukan apa saja dengan mudah.

Playboy dan mesum.

 

Tapi, ada satu perbedaan besar antara dia dan kakakku.

 

"Mau bagaimana pun, dia baik."

 

Dia meminjamkan buku pelajarannya saat aku lupa membawanya.

 

Saat menolong gadis kecil yang tersesat tadi, dia juga berusaha menghilangkan kesalahpahaman gadis itu.

 

Hari ini pun, dia mengantarku sampai ke stasiun.

 

Mungkin dia punya motif tersembunyi, tapi melihatnya hari ini, kurasa dia benar-benar mengkhawatirkanku.

 

Rasanya berbeda dengan perasaan laki-laki yang pernah menyatakan cinta padaku.

 

"Ngomong-ngomong, baju apa yang harus kupakai."

 

Pensil mekanik yang kugerakkan berhenti tiba-tiba.

 

Pergi main berdua dengan laki-laki saat liburan... ini pertama kalinya bagiku. Bahkan, bisa dibilang sudah lama sekali aku tidak pergi main dengan teman.

 

Kapan terakhir kali aku pergi main dengan teman? Saat aku pergi ke rumah Kayo-chan waktu kelas 1 SMP?

 

Sambil mengingat teman yang sudah tidak bermain denganku lagi, aku membuka lemari.

 

Yang paling depan adalah baju-baju sederhana yang biasa kupakai.

 

Karena rambut perakku ini, aku selalu menarik perhatian. Jadi, aku biasanya memakai baju sederhana dan topi saat keluar rumah.

 

Apa aku pakai baju ini juga hari Minggu nanti?

 

"Ternyata Arisugawa berpakaian sederhana."

 

Ah. Aku bisa membayangkan wajah menyebalkan orang itu yang sedang menyeringai.

 

"Yang ini tidak akan kupakai."

 

Aku melempar baju sederhana itu ke belakang.

 

Apa ada baju lain yang bagus? Baju-baju SMP-ku sudah kekecilan, dan terlalu kekanak-kanakan.

 

Yang ini tidak bagus. Yang ini juga tidak bagus. Aku melempar baju-baju itu, dan lemariku jadi kosong.

 

"Se-semuanya..."

 

Aduh. Kenapa aku harus bingung seperti ini hanya untuk pergi main?

 

Ini seperti aku peduli padanya.

 

Sudah kuputuskan. Aku akan beli baju sepulang sekolah besok.

 

Tidak terlalu sederhana, tidak terlalu imut. Aku akan minta saran pada penjaga toko untuk memilihkan baju yang biasa saja.

 

Sambil memikirkan hal itu, aku memasukkan kembali baju-baju yang berserakan ke dalam lemari.














Post a Comment

0 Comments

Tidak boleh adanya spoiler, hormati user lainya. Gunakan komentar dengan bijak sebagai tempat berdiskusi.

Post a Comment (0)
Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !