Haibara-kun no Tsuyokute Seishun New Game V1 Epilog

N-Chan
0

Epilog

Bersama Teman Masa Kecil Menuju Rencana Berikutnya


——Yah, bukankah hasilnya cukup bagus?

 

Setelah selesai mendengarkan seluruh kronologi kejadiannya, Miori mengatakan hal itu setelah menyesap kopinya sedikit.

 

Kami sedang berada di Kafe Mares, tempat kerja sambilanku. Karena kopi di sini murni enak, belakangan ini aku sering datang sebagai pelanggan juga. Lagipula, aku dapat diskon karyawan.

 

Sebagai tanda terima kasih karena telah memberikan solusi, aku memutuskan untuk mentraktirnya kopi. Akan sedikit merepotkan jika Nanase melihat kami berdua di sini, tapi hari ini dia tidak ada jadwal shift.

 

Terima kasih ya. Aku terbantu olehmu.

 

Heeh. Tumben sekali kamu jujur?

 

Apa sih. Kan bersikap jujur itu saran darimu?

 

Saat aku memanyunkan bibir, Miori tertawa riang sambil bertopang dagu di meja.

 

——Yah, sejujurnya kurasa masalah itu akan selesai juga meski aku tidak mengatakan apa-apa.

 

Eh?

 

Habisnya, aku yakin Tatsuya-kun juga sadar kalau dia tidak bisa terus-menerus seperti itu. Dan jika masalahnya berlarut-larut, kurasa Reita-kun pasti akan menyeretnya kembali secara paksa. Mungkin saja, sih.

 

......Kalau dikatakan begitu, rasanya memang ada benarnya juga. Reita lah yang bilang padaku kalau waktu yang akan menyelesaikannya. Jika dipikir-pikir, itu mungkin pernyataan tersirat bahwa jika waktu tidak bisa menyelesaikannya, maka dialah yang akan turun tangan.

 

......Hah? Lho? Jadi jangan-jangan, aksi membongkar aibku tadi itu sia-sia?

 

Fufu, kurasa tidak sia-sia juga kok.

 

Karena itu lucu, goda Miori. Sepertinya bahan bercandaan ini akan terus diungkit selamanya......

 

Lagipula kenyataannya, kamu jadi bisa lebih akrab dengan semuanya, kan? Natsuki juga sudah diketahui masa lalunya, jadi baik atau buruk, sekarang kamu lebih mudah bersikap. Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk jaga gengsi lagi.

 

......Yah, benar juga sih.

 

Sejujurnya, aku tetap tidak ingin Hoshimiya tahu. Bagaimanapun, laki-laki pasti ingin terlihat keren di depan gadis yang disukainya.

 

——Dan jika Natsuki makin akrab dengan semuanya, aku pun bisa semakin dekat dengan Reita-kun.

 

Miori menangkupkan kedua tangannya seperti sedang berdoa, lalu meliuk-liukkan tubuhnya dengan wajah yang memerah.

 

Karena aku sudah memberimu saran sebanyak ini, kamu juga harus membantuku ya. Kita kan rekan kerja sama?

 

Sejujurnya ini merepotkan, tapi itulah kontraknya. Sebagai imbalan atas bantuannya dalam rencanaku meraih masa remaja pelangi, aku akan membantu taktiknya agar bisa akrab dengan Reita.

 

Bagiku, ini adalah tugas yang hanya bisa kuserahkan padanya karena dia mengenalku dengan baik, dan baginya, ini adalah tugas yang hanya bisa ia minta padaku karena aku akrab dengan Reita dan yang lainnya. Kepentingan kami selaras.

 

......Yah, mau bagaimana lagi. Jadi, apa kamu punya rencana?

 

Ada dong—! Judulnya: Rencana Double Date! Anggotanya aku dan kamu, lalu Reita-kun dan Hikari-chan, jadi total empat orang. Kamu juga bisa mendekati Hikari-chan, jadi ini sekali dayung dua tiga pulau terlampaui!

 

......Eh? Nggak mau ah. Itu kan rasanya jadi kayak pamer perasaan banget, memalukan tahu.

 

Dasar pemula dalam urusan cinta!

 

Miori memberikan reaksi kecewa yang berlebihan.

 

Aku ingin bertindak lebih hati-hati. Aku belum ingin perasaanku disadari oleh Hoshimiya. Kurasa Hoshimiya bahkan belum menganggapku sebagai lawan jenis, jadi nanti saja kalau suasananya sudah lebih pas......

 

Uwaa—, itu mah kamu cuma ketakutan saja. Nggak jantan banget sih—!

 

Apa katamu!? Beraninya mengungkit hal yang bikin aku kepikiran! Aku ini cuma memikirkan peluang menang—!

 

Saat aku dan Miori sedang asyik beradu mulut, tiba-tiba ada yang menepuk bahuku dari belakang. Saat aku menoleh, ternyata di sana ada Kirishima-san.

 

Bagus sih kalau kalian terlihat bersenang-senang, tapi tolong lebih tenang sedikit ya?

 

Ah......

 

Aku dan Miori melihat sekeliling, lalu menyadari seorang bapak-bapak pelanggan tetap sedang tersenyum kecut. Dengan panik kami menundukkan kepala meminta maaf, dan bapak itu hanya melambai-lambaikan tangannya lalu kembali membaca buku.

 

......Ini gara-gara kamu tahu.

 

Apaan—? Suaramu sendiri lebih kencang kok.

 

Saat aku dan Miori saling melotot seperti itu, Kirishima-san memasang senyum jahil.

 

——Kalian benar-benar menikmati masa remaja ya. Apa gadis di sampingmu ini pacarmu?

 

Sesaat, aku tidak mengerti apa yang dia katakan. Tapi sesaat kemudian, aku menggelengkan kepala kuat-kuat.

 

““Bukan. Sama dia sih nggak mungkin.”“

 

Karena jawaban kami kompak, kami kembali saling melotot.

 

Kirishima-san tertawa terbahak-bahak melihat kami, lalu kembali bekerja.

 

......Demi membersihkan kecurigaan seperti ini, aku harus cepat-cepat jadian dengan Reita-kun.


Benar juga...... aku pun ingin menjadikan Hoshimiya pacarku.

 

Meskipun di dalam hati aku memikirkannya, begitu diucapkan dengan kata-kata, rasa maluku jadi memuncak. Pipiku terasa panas membara. Miori melihatku dan bergumam, Uwa...... menjijikkan ya.

 

Berisik kau.




Boleh juga. Aku akan ikut rencanamu.

 

Bagaimanapun, bisa dibilang tahap pertama dari Proyek Masa Remaja Pelangi telah berhasil dengan aman. Aku telah mendapatkan teman-teman yang berharga, membentuk grup dengan mereka, dan menghabiskan hari-hari dengan menyenangkan.

 

Oh, sudah setuju ya—? Oke, kalau begitu mari kita susun rencananya secara mendetail—

 

Kalau begitu, tahap kedua—target berikutnya adalah mendapatkan kekasih.

 

Aku menyukai Hoshimiya. Karena itu, aku akan membuatnya jatuh cinta padaku, menyatakan perasaan, dan menjadikannya pacarku!

 

Demi tujuan itu, aku kembali melangkah maju.

 

 

Tiga tahun masa SMA-ku dulu adalah masa remaja yang abu-abu. Penyesalan itu terus menyeretku selama ini. Hal yang berharga baru disadari setelah menghilang. Namun, kembali ke masa lalu seharusnya tidak mungkin terjadi.

 

Entah karena takdir apa, aku mendapatkan kesempatan untuk mengulang masa remajaku. Meski aku mengetahui sejarah masa lalu, aku bukan manusia yang cukup hebat untuk melakukan segalanya dengan sempurna. Namun, demi meraih hal-hal yang kuinginkan, aku akan menjalani masa sekarang dengan sekuat tenaga.

 

Percaya bahwa saat aku menoleh kembali setelah melewati masa kini, dunia itu akan berwarna pelangi.

 

TAMAT














Post a Comment

0 Comments

Tidak boleh adanya spoiler, hormati user lainya. Gunakan komentar dengan bijak sebagai tempat berdiskusi.

Post a Comment (0)
Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !