Kanojo wo deresareru houhou wo, Shorau kekkon suru oredake ga shitteiru V1 Interlude VI

N-Chan
0

Interlude VI

Penderitaan Putri Mawar Putih


(POV Yuki)

 

Malam hari setelah Wakaba Matsuri.

 

Aku, Arisugawa Yuki, sedang berendam di bak mandi sambil menatap langit-langit.

 

Aku masih belum bisa tenang. Jantungku berdebar kencang, dan seluruh tubuhku terasa panas. Padahal airnya tidak terlalu panas.

 

"Aku benar-benar mengalahkan kakakku."

 

Aku tahu ini bukan hanya usahaku sendiri. Tapi tetap saja, ini pertama kalinya aku mengalahkan kakakku.

 

Semua orang memujiku... Aku senang...

 

Tapi, yang paling membuatku senang adalah saat orang itu bilang "Kau menang".

 

"!!!"

 

Aku teringat apa yang kulakukan.

 

Benar. Aku menangis di depan orang itu.

 

"Tidak! Tidak! Lupakan! Lupakan!"

 

Aku memukuli kepalaku, mencoba melupakan ingatan yang memalukan itu.




Tapi, tentu saja itu tidak berhasil, wajahnya terus muncul di kepalaku.

 

Aku menangis seperti anak kecil... Bagaimana aku harus menghadapinya besok?

 

"Sebenarnya dia itu siapa sih...?"

 

Biasanya dia bertingkah konyol, tapi dia juga bisa sangat perhatian.

 

Dia tidak takut pada senpai.

 

Dia kadang bertingkah kekanak-kanakan, tapi kadang juga menunjukkan sikap dewasa.

 

Aku belum pernah bertemu laki-laki seperti dia.

 

Ngomong-ngomong, dia memelukku saat aku menangis. Dia bilang dia tidak mau ada yang melihatku menangis, tapi jangan-jangan dari sudut pandang orang lain, aku yang memeluknya.

 

"........."

 

Ini pertama kalinya aku dipeluk laki-laki. Aku merasa sangat tenang dan hangat.

 

Di TV, ada wanita yang bilang dia merasa tenang saat dipeluk pacarnya, jadi mungkin seperti ini rasanya.

 

"Pacar..."

 

Dia bilang dia suka padaku. Lalu, bagaimana denganku?

 

Aku belum pernah pacaran. Jadi, aku tidak tahu apakah ini cinta.

 

Aku mencoba membayangkan masa depan di mana aku dan dia pacaran.

 

Kami berkencan saat liburan.

 

Pulang sekolah bersama sambil berpegangan tangan.

 

Berciuman, dan melakukan hal-hal yang lebih jauh.

 

"!!!"

 

Aku berdiri dan keluar dari bak mandi.

 

Tidak mungkin! Itu terlalu memalukan! Aku melihat ke cermin dan wajahku semerah gurita rebus. Kepalaku juga pusing.

 

Mungkin aku terlalu lama berendam. Aku keluar dari kamar mandi, memakai piyama, dan melompat ke tempat tidur.

 

Oh ya. Aku harus mengeringkan rambutku. Aku berpikir begitu, tapi tubuhku tidak mau bergerak.

 

Kelelahan hari ini langsung menyerangku begitu aku keluar dari kamar mandi.

 

"Apa... aku harus berterima kasih padanya...?"

 

Dia sudah berusaha keras demi aku.

 

Harga diriku tidak mengizinkanku untuk tidak membalasnya.

 

Tapi, apa yang harus kulakukan sebagai balasan?

 

Memberinya barang? Tapi, aku tidak tahu barang apa yang akan membuatnya senang.

 

Benar. Aku akan tanya dia lewat email, apa ada barang yang dia inginkan.

 

Aku mengambil ponsel di mejaku dan mulai mengetik email dengan canggung.

 

"... Hmm. Apa ini terlalu formal?"


Aku menulis dan menghapusnya berkali-kali. Eh, sejak kapan menulis email sesulit ini?

 

"Hachoo!"

 

Tubuhku kedinginan. Aku lupa mengeringkan rambutku. Aku melihat jam, dan ternyata aku sudah menulis email selama hampir tiga puluh menit.

 

"Terima kasih sudah banyak membantu di Wakaba Matsuri. Aku mau berterima kasih, apa ada yang kau inginkan?"

 

Oke. Sepertinya sudah bagus.

 

Aku membaca email itu sekali lagi sebelum menekan tombol kirim.

 

"........."

 

Tidak tidak! Aku menghapus bagian terakhirnya.

 

Dia pasti akan meminta hal yang aneh-aneh! Seperti hal yang mesum!


Aku putuskan untuk hanya berterima kasih di email, dan memikirkan hadiahnya nanti.

 

Setelah menekan tombol kirim, aku berbaring telentang di tempat tidur dan menatap langit-langit.

 

"Hadiah ya... Ah."

 

Aku ingat sesuatu.

 

Dia pernah mengatakannya saat kita pergi berbelanja bersama waktu itu.

 

"Memang dia bilang dia mau, tapi... itu... ahh…”

 

Aku membungkus diriku dengan selimut dan gelisah.

 

Aku tidak bisa tidur sama sekali malam itu.














Post a Comment

0 Comments

Tidak boleh adanya spoiler, hormati user lainya. Gunakan komentar dengan bijak sebagai tempat berdiskusi.

Post a Comment (0)
Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !