Haibara-kun no Tsuyokute Seishun New Game V1 Prolog

N-Chan
0

Prolog

Penyesalan Masa Muda


——Masa mudaku berwarna abu-abu.

 

Jika aku harus mendeskripsikan tiga tahun masa SMA-ku, hanya kalimat itulah yang paling tepat.

 

Hingga kini, aku masih menyesalinya. Andai saja waktu itu aku melakukan ini, mungkin sesuatu akan berubah. Khayalan-khayalan praktis seperti itu selalu saja terlintas di kepalaku.

 

Saat SMP, aku adalah seorang Inkya. Ikut klub pulang sekolah, boro-boro punya pacar, teman pun aku tak punya; aku selalu sendirian.

 

Aku merasa iri. Aku merasa dengki. Pada mereka yang tertawa bahagia di pusat kelas. Pada mereka yang bermesraan di ruang kelas setelah sekolah usai dengan gadis yang diam-diam kuanggap manis.

 

Karena itulah, saat masuk SMA, aku bertekad mengubah hidupku. Dengan semangat membara untuk mendapatkan "masa muda yang berwarna-warni", aku mencoba melakukan High School Debut. Dan hasilnya, aku gagal total.

 

Malahan, situasi saat SMP masih jauh lebih baik. Berbeda dengan masa SMP yang sekadar tidak punya teman, di masa SMA, aku dikucilkan secara terang-terangan. Semua orang setidaknya menyimpan perasaan buruk terhadapku.

 

Aku tahu. Ini semua salahku. Awalnya berjalan lancar. Tidak, awalnya terlihat berjalan lancar. Karena itulah aku jadi besar kepala. Akibatnya, semuanya hancur berantakan.

 

"Dengar, Natsuki. Maaf ya, aku sudah tidak bisa membelamu lagi.

Dan yang terpenting—aku sendiri muak padamu."

 

Momen krusial saat kata-kata itu dilontarkan padaku masih bisa kuingat dengan jelas hingga sekarang.

 

Aku yang bodoh. Cuma itu.

 

Sejak saat itu, aku terus berusaha membawa diri dengan rendah hati. Namun, aku menyadari bahwa mengembalikan kepercayaan yang telah hilang jauh lebih sulit daripada mendapatkannya. Pada akhirnya, masa muda yang berwarna-warni hanyalah mimpi di dalam mimpi, dan masa SMA-ku berakhir tetap dengan warna abu-abu. Penyesalan itu terus menyeretku hingga sekarang. Mungkin mulai sekarang pun, aku akan terus menyeretnya sampai mati. Itulah yang kupikirkan di musim dingin saat aku menginjak tahun keempat kuliah.

 

Sudah berapa tahun berlalu, pikirku sambil menertawakan diri sendiri dalam hati.

 

Kunyalakan rokok yang terselip di bibir. Perlahan, kuembuskan asapnya. Tanpa sadar, aku sudah menjadi sangat dewasa.

 

Di masa kuliah, aku belajar dari kegagalan masa SMA dan membawa diri dengan sewajarnya. Aku sudah kapok mencoba menjadi Youkya lalu gagal, sehingga aku berhasil berteman dengan beberapa orang sampai pada tahap sesekali pergi minum bersama. Jika ditanya apakah itu menyenangkan, aku agak bingung menjawabnya, tapi rasanya tidak buruk. Itu adalah posisi yang pas.

 

SKS untuk kelulusan sudah aman, penelitian skripsi pun lancar.

 

Dalam mencari pekerjaan, aku sudah mendapat tawaran dari perusahaan infrastruktur yang masa depannya terjamin.

 

Begitulah, aku akan lulus seperti biasa, bekerja seperti biasa, dan menjalani hidup dengan biasa. Bukannya aku benci itu. Bisa hidup dengan biasa pasti adalah sebuah kebahagiaan.

 

——Hanya saja, penyesalan masa muda ini tidak akan pernah hilang seumur hidup. Tiga tahun masa SMA yang berwarna abu-abu. Aku baru menyadari betapa berharganya itu setelah semuanya berlalu.

 

Orang bilang kita bisa berubah meski sejak sekarang. Aku pun berpikir itu benar. Tapi, meskipun aku berubah sekarang, bukan berarti aku bisa mendapatkan kembali apa yang telah hilang.

 

Jika yang kuinginkan adalah masa muda yang berwarna-warni, maka hal itu tidak akan pernah bisa kudapatkan lagi.

 

Meski begitu, hidup terus berlanjut. Waktu menarik tanganku yang terus menoleh ke belakang untuk melangkah maju. Karena itu, tidak ada pilihan lain selain terus hidup.

 

——Sampai di titik itu, aku tersenyum pahit. Bukannya aku merasa tertekan sampai ingin mati. Ini hanyalah sentimen yang biasa terjadi. Bahwa masa muda tidak berjalan sesuai keinginan adalah penyesalan yang lumrah ada di mana-mana.

 

Ya, aku tahu itu.

 

Karena itulah, aku... ya. Hanya sedikit memohon kepada Tuhan.

 

Jika memang bisa dikabulkan, aku ingin kesempatan untuk mengulang sekali lagi masa muda itu——.














Post a Comment

0 Comments

Tidak boleh adanya spoiler, hormati user lainya. Gunakan komentar dengan bijak sebagai tempat berdiskusi.

Post a Comment (0)
Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !