Kanojo wo deresareru houhou wo, Shorau kekkon suru oredake ga shitteiru V1 Prolog

N-Chan
0

Prolog


Putri Mawar Putih

 

Itulah julukan untuk Arisugawa Yuki.

 

Saat pertama kali mendengarnya, aku pikir julukan itu sangat cocok untuknya. Kombinasi kata yang paling tepat untuk menggambarkan penampilan dan kepribadiannya.

 

Berdarah campuran Polandia dari ibunya, Yuki mewarisi kecantikan yang luar biasa. Rambutnya perak bagai benang sutra, matanya sebiru safir dengan bulu mata lentik, dan kulitnya putih mulus tanpa cela. Perpaduan fitur wajah Eropa Timur yang sempurna dengan wajah imut khas Jepang membuatnya terlihat seperti boneka hidup.

 

Wajahnya yang tegas berbanding terbalik dengan perawakannya yang mungil. Namun, justru perbedaan itulah yang memicu hasrat untuk melindunginya. Mungkin, jika bertanya pada cermin seperti dalam dongeng Putri Salju, namanya akan disebut sebagai yang tercantik.

 

Dan hari ini pun, seperti lebah yang tertarik pada nektar bunga, para lelaki mengerumuni Yuki.

 

"Arisugawa-san, mau nonton film bareng aku?"

 

Saat istirahat, seorang siswa laki-laki dari kelas lain menyapanya sambil membawa selebaran film.

 

"Siapa?"

 

"Aku Segawa. Kita kan duduk sebelahan waktu pelajaran pilihan kemaren."

 

Segawa menyeringai sambil meletakkan selebaran film di meja Yuki.

 

"Aku sendirian, jadi lagi cari teman nonton. Gimana kalau bareng?"

 

Selebaran film yang dia bawa adalah film romantis yang sedang ramai dibicarakan.

 

"Aku bisa nonton kapan pun kamu bisa. Kapan kamu ada waktu?"

 

Cara mengajak yang licik, pikirku. Dengan menanyakan waktu luang Yuki, Segawa membuatnya sulit untuk menolak. Tipikal orang yang sudah biasa merayu.

 

Namun--

 

"Aku tidak tertarik."

 

Tanpa menatap wajahnya, Yuki menolak dengan tegas.

 

"Ah, gitu. Kamu tidak suka film romantis ya? Film genre apa yang kamu suka? Kasih tau dong."

 

Tapi Segawa tidak menyerah. Dia mengerahkan kemampuan komunikasinya untuk melanjutkan percakapan.

 

"Maaf, aku kurang jelas ngomongnya."

 

Untuk pertama kalinya, Yuki menatap wajah Segawa dan berkata dengan tegas,

 

"Yang aku bilang adalah tidak menarik itu bukan filmnya, tapi kamu."

 

Segawa tertegun, wajahnya menegang seperti ada sesuatu yang menghantamnya dengan keras. Mungkin ini pertama kalinya dalam hidupnya dia ditolak sekasar ini oleh seorang gadis.

 

"Be-begitu..."

 

Setelah terbata-bata, dia berbalik dan pergi dengan langkah gontai.

 

Ketidakberasaan dan kekejaman inilah yang menjadi duri yang dimilikinya. Siapa pun yang mendekat dengan maksud tersembunyi, akan dipangkas habis seperti itu.

 

Gadis bagaikan tabir putih bersih yang tak pernah ternoda.

 

Secantik Putri Salju, namun berduri seperti mawar.

 

Karena itulah, Putri Mawar Putih.

 

"Hee. Hari ini ada korban lagi."

 

"Apa ada orang di sekolah ini yang bisa menaklukkan Putri Mawar Putih?"

 

Teman-teman sekelas yang melihat kejadian itu dari awal, mengantar kepergian Segawa dengan tatapan penuh belas kasihan.

 

Orang yang bisa menaklukkan Putri Mawar Putih... ya.

 

Aku berdiri dari tempat dudukku dan berjalan ke arahnya. Lalu, dengan santai aku menyapanya.

 

"Arisugawa. Film yang waktu itu—"

 

"Eh! Ikut aku sebentar!"

 

Dia buru-buru berdiri, menarik lenganku, dan keluar dari kelas.

Lalu, setelah berjalan sampai tangga menuju atap yang sepi, dia bertanya dengan nada kesal,

 

"Apa maksudmu?"

 

"Maksudku apa?"

 

"Jangan pura-pura tidak tahu. Kita sudah berjanji tidak akan memberi tahu siapa pun tentang kita pergi menonton film Bersama."

 

"Aku tahu. Aku tidak berniat memberi tahu siapa pun."

"Lalu, yang tadi itu apa? Ada orang di sekitar kita."

 

"Oh, itu, urusan OSIS. Aku hanya ingin bertanya apakah kamu sudah mendapat stempel persetujuan untuk permohonan perbaikan pemutar DVD klub penelitian film yang lalu."

 

"Eh, klub penelitian film..."

 

Wajahnya memerah padam.

 

Sepertinya dia sadar telah salah paham.

 

"Ka-kalau begitu, katakan dari tadi. Itu membingungkan tahu!"

 

"Iya, iya. Rahasia kita berteman, kan, dari semua orang di kelas."

 

"Hati-hati. Aku tidak suka digosipkan yang aneh-aneh."

 

"Aku sih tidak masalah."

 

"Aku yang masalah!"

 

Aku tersenyum kecut melihatnya yang mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.

 

Rahasia dirinya yang hanya aku ketahui.

 

Bahwa dirinya yang keren dan dijuluki Putri Mawar Putih, ternyata agak ceroboh begitu tutupnya dibuka. Selain itu, makanan kesukaannya. Film apa yang dia suka. Hewan kesukaannya. Tipe pria idealnya.

 

Dan juga, aku tahu bahwa dadanya yang masih rata itu, kelak akan tumbuh sangat besar.

 

Kenapa aku tahu sedetail itu?

 

Karena dia adalah calon istriku, yang akan kunikahi di masa depan.

















Post a Comment

0 Comments

Tidak boleh adanya spoiler, hormati user lainya. Gunakan komentar dengan bijak sebagai tempat berdiskusi.

Post a Comment (0)
Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !